
bulan yang cukup bersahabat untuk mendaki Gunung..
Aku bergabung dengan beberapa pendaki dari kampus2 di jabodetabek yang berkumpul dalam 1 organisasi yang bernama MPI (Mahasiswa Pecinta Islam) meski sejatinya saat itu aku belum menjadi mahasiswa dan baru mendaftar ke salahsatu akademi, tetapi mereka walcome.. Mereka menerima dengan baik jika memang ada seseorang yang ingin bergabung dengan mereka. MPI di lihat dari namanya seperti berbau agama.. Benar saja. perkumpulan ini bukanlah MAPALA melainkan suatu wadah untuk berkumpul berdiskusi dan membahas.. Apa itu islam.. Dan melaksanakan kegiatan2 yang bernuansa keagamaan mulai dari MENGKAJI al-Qur'an, menanggapi isu2 seputar dunia islam yang sedang terjadi saat itu, membahas fikih,sunah,dll. Mereka memiliki satu moto yaitu "di dalam raga yang kuat terdapat jiwa yang sehat" maka dari itu di antara beberapa kegiatan yang bernuansa agama, terselip kegiatan bernuansa olahraga semisal futsal setiap minggu dan mendaki gunung setiap 2 bulan sekali.
Setelah beberapa hari sebelum keberangkatan aku di landa pertanyaan yang timbul dari kepalaku.. Pertanyaan2 yang
Membuatku ragu.. Apa bisa aku mendaki gunung..? Bagaimana kalau nanti aku kehabisan makannan dan kelaparan.. Bagimana kalau aku terpisah dari rombongan dan tersesat.. Bagaimana kalu nanti aku bertemu hewan buas..
Bagimana kalu ini.. Bagaimana kalu itu.. Pertanyaan2 yang sejatinya hanya kecemasa berlebihan ku saja.. Selama kita tetap semanagt dan percaya diri.. Pasti Kita mampu melewati itu..
Perjalananku menuju Gunung Cermey daerah Cirebon di lakukan malam sepulang bekerja pukul 17.00.Sesampainya di kosan aku di sambut oleh kawanku.
Gimana ni..? Jadi ga kita naek gunung.. Kawanku bertanya singkat dengan nada datar. ragu atas keputusanku ingin mendaki gunung.
Jadi dong sahutku sambil meletakkan jaket di gantungan lalu ambruk ke tempat tidur..
Yaudah sekarang lo ke warung beli makanan sebanyak-banyaknya dan air mineral ukuran 1500ml 3 buah.. Udah cepetan nanti kita di tinggal..!! Kawanku menyuruhku agar lekas bersiap. Karna kita akan berangkat jam7
Iyaaa.. Bentarr.. Gua cape ni baru balik banget..
Jeee.. Nanti di tinggal ama yang laen.. Udah buruann... Nanti aja istirahatnya di bus..
Iyaa iyaaa... Dengan luglai aku melangkah ke warung terdekat..
setelah membeli mie instan beberapa makanan dan air mineral lekas aku kembali ke kosan.
Sudah beli bekalnya.
Sudah bos..
Sekarang masukin ke carrier, packing yang rapi.
Tunggu sebentar. Apa itu carrier..? Aku heran dengan perkataan kawanku.
Astagaa.. Lo ga punya carrier.? Kawanku bertanya kebingungan. bagimana mungkin akan mendaki gunung sedangkan carrier aja lo ga punya.kawanku menggerutu protes.
Jangankan punya.. apa itu carrier aja gua ga tau.. Masyaalooh.. Carrier itu tas untuk naik gunung.. kalo lo ga ada carrier itu belanjaan kamu barusan mau d taru di mana..? Lo mau tenteng2 plastik ke gunung..? Zaki menggerutu.
Tunggu sebentar.. Gua punya teman. Dia pendaki juga biar gua hubungi.. Dengan cepat zaki mengambil handphone di saku celananya dan mencari nomer handphone seseorang tak lama dia menekannya.
Haloo..!! Plee lo ada jadwal naek ga..? carrier lo di pake ga..?
Lalu seseorang di sebrang sana menyahut..
Yo ki.. Engga ki gua ga kemana-mana.. Lo mau daki kemana..?
Cermey ple.. Jadi gini plee.. Kawan ingin mendaki gunung.. Tapi carrier pun dia ga punya..
Zaki tertawa terbahak2 mengatakan itu.. Begitu juga teman yang di telfonnya..
Memang kapan mau meluncur..?
Sekarang plee..!!
Masa si ki.. Yaudah.. Pake carrier gua aja.. Tapi sori ni.. Gua masi di luar.. Lo langsung ke rumah aja.. Bilang sama orang rumah mau ambil cerrier. Nanti biar gua kabarin orang rumah biar di siapin..
Okee plee.. Makasi plee
Sippp..
Kawanku menutup telponnya dan bergegas menuju rumah kuple

Pukul 18.15 Setelah mengambil carrier dari rumah kuple. Dan memasukan bebrapa perlengkapan ke dalam carrier, bergegas aku dan zaki memacu sepeda motorku menuju bascamp MPI yang berada di kawasan kramatjati jakartatimur. Perjalanan cukup lama karna jam pulang pulang kerja.. Macet tak dapat di hindarkan padahal harus sudah sampai ke bascamp pukul 20.00
Pukul 19.30 aku masih terjebak macet di kawasan PGC..
Kawan2 yang yang sudah terlebih dahulu sampai di bascamp sempat beberapa kali menghubungiku lewat sms..
Mereka sangatlah disiplin.. Jikalau ada yang terlambat datang dari jadwal. Maka resikonya akan di tinggal..
setelah di jalan aku dan zaki sempat bersitegang prihal kesalahanku yang tidak mempersiapkan segala sesuatunya jauh-jauh hari. Akhirnya sampai juga di bascamp pada pukul 20.00.
Setelah beristirahat. Dan mempersiapkan segala sesuatunya. kami langsung meluncur ke terminal kampung rambutan menggunakan angkot, sesampainya di terminal kami masih belum bisa berangkat menuju cirebon, di karenakan ada beberapa kawan yg belum datang. Setelah menunggu sekitar 15menit. Akhirnya kawan dari universitas indonesia datang juga.. Dan jumlah kami menjadi 16 orang. Pukul 23.00 Berangkatlah kami menuju kaki Gunung Cermay. Selama perjalanan jakarta-cirebon tak banyak yg bisa kami lakukan.. Beberapa kawan sibuk dengan dunianya masing2. Ada yg mendengarkan musik dengan ,ada yg mengobrol, ada yg tertidur, dan ada juga gelisah.
Pukul 05.00 kami memasuki kota cirebon. Itu artinya tak lama lagi akan sampai di tujuan,
Saat mentari mulai menyingsingkan sinarnya dari timur. Samar2 kulihat gunung itu.. Menakjubkan..!! Pemandangan di balik jendela bus kala itu bagai TV plasma yg menyajikan pemandangan alam yg memukau. Saat sinar jingga perlahan menerang, terlihatlah Gunung Cermay.. Menjulang tinggi sendiri.. Tak ada kawan di sampingnya..ia terlihat begitu perkasa,kuat,hebat,memukau.
Pak sopir berbaik hati mengantarkan kami menuju bascamp linggarjati.. Jika mengikuti rute, seharusnya kami di turunkan di pertigaan majalengka.. Dan utuk menuju basecamp membutuhan waktu. 1/2jam.

26-MAY-2010
05.40 tibalah kami di basecamp Linggarjati. Setelah sarapan nasi uduk di salah satu warung dengan harga yg sangat terjangkau yaitu 3.000 untuk 1 porsi dan geratis minum teh.hangat yg sangat membantu untuk menstabilkan suhu tubuh kami saat itu, Kami menyampatkan diri untuk solat subuh, setelahnya beberapa kawan mengurus administrasi dan pendaftaran. Langsung kami meluncur, perjalanan dari pendaftaran-pos cibunar. Separuh jalan masi aspal dan seterusnya kami melewati ladang dan kebun penduduk sekitar. Beberapa kawan terlihat sudah ngos2an.. 45menit akhirnya kami tiba di pos cibunar. Di pos ini masih ada penduduk yg menjual berbagai macam perlengkapan makanan dan minuman. seleh break, kami melanjutkan perjalanan.. Dan tibalah lami di pintu rimba. Hutan belantara Gunung Cermey yg konon masi ada beberapa macan kumbang berkeliaran.
Setelah berjalan melewati perkebunan sayur milik penduduk setempat. Tak berapa lama kami memasuki kawasan hutan lebat.. Setelah -+ 90 menit kami Berjlan melwatinya tibalah kami di pos leweung datar. Dan break sejenak. Semua pendaki nampak kelelahan.. Maklum beberapa dari kami perdana mendaki gunung.. Jadi baru tiba di pos pertama saja nafas langsung terasa berat..

Tak ayal membuat beberapa kawan mulai membuka sebagian logistic..
Kami pun bercengkrama dalam lebatnya hutan rimba. Tak ada batasan antara 1 individu dengan individu lainnya.. Semuanya sama.. Sama2 mencari arti.. Arti kehidupan..
30 menit kami rest.. Pendakianpun di lanjutkan
Pukul 11.30 kami tiba di pos sigedang dan rest tanpa nyemil
Pukul 12.00 kami tiba di pos kondang amis.. Rest untuk solat
12.30 kami melanjutkan perjalanan.. Dari sini kaki kami benar2 di uji.. Trek menjadi serasa begitu curam..
14.30 kami tiba di pos kuburan kuda tempat ini sangat nyaman untuk mendirikan kemah karna cukup luas..
Perjalanan kami lanjutkan.. Di tengah perjalanan salah satu kawan ada yang tersengat lebah..
Saya yg pada saat itu berada di posisi kedua terdepan berinisiatif untuk melanjutkan perjalanan karna target kami adalah mendirikan kemah di pengasinan.. Melihat kondisi di bawah cukup banyak bantuan dari kawanku yg lain. aku dan satu kawanku yaitu Sendi melanjutkan perjalanan untuk mematok lapak untuk mendirikan kemah..
Pukul 15.45 belum ada tanda2 pos..
Tak banyak yg bisa aku lakukan.. Hanya melangkah.. Berdo'a semoga tak terjadi apa2 kedepannya..
Hari mulai gelap jam menunjukan pukul 17.30 kami terus menapaki hutan rimba..
Sendi lo bawa senter..?
Bawa.. Lo..?
Kaga..
Emmmm.. Baguss..
Hehee..
Sendi mengaambil senter..
Dan pandangan kami bertiga sedikit terbantu..
Dari kejauhan aku melihat ada kilauan sinar dari arah atas..
Itu pendaki lain..
Untunglah kita ga sendiri
Sempat Terbersit lega rasa hati. Mengingat sudah 2 jam terakhir kami hanya berjalan menyusuri lebatnya hutan hanya berdua..
Sesampainya di cahaya itu. Terlihat 3 orang pendaki 2 diantaranya terlihat masi muda dan seperti mahasiswa dan 1 lagi pria berumur sekitar 40an
Asalammualaikum..
Waalaikumsalam...
Wiiih.. Abang ini lagi..
Iya.. Ternyata tiga orang itu adalah orang yang kami jumpai sewaktu di kaki gunung tadi pagi.. Kami sempat menanyakan masjid kepada mereka..
Dari mana mas.. Salahseorang pemuda itu bertanya..
Dari wonogiri sendi menjawab dengan tegas dengan logat jawatimurnya yg khas..
Hahahaa.. Ketiga pendaki itu tertawa terpingkal pingkal..
Mgsud saya dari mapala mana..? Bukan tempat kelahiran si mas..
Akupun tertawa mendengarnya.. Dari situ pembicaraan kamipun cair.. Serasa sudah berkawan lama saja dengan mereka bertiga..
Perutku mulai kontraksi..
Sen ada makanan ga..?
Ada sarden ni..Tapi kompor sama anak2 bawah..
Hajar lah.. Daripada laper..
Kamu2 yg sudah pernah naik gunung pasti mengerti..
Betapa kita ga akan mempedulikan apakah enak / tida.. Karna di gunung cuma ada dua kata untuk setiap makanan Enak dan Enak sekali..
Kami menyantap langsung ikan sarden kalengan itu tanpa di masak.. Berbagi dengan tiga kawan baru kami..
Entah itu pikiran kami saja / bagaimana.. Suasana di tempat itu begitu mencekam.. Gelap.. Lembab dan sunyi.. Tak ada tanda2 kehidupan..
Fikiranku menelaah kedalam..
Jaauhh lebih dalam..
Ada sesuatu..
Perasaan yg sulit di jelaskann..
Hanya bisa di rasakan..
Rasanya seperti..
Terasa takut dan berani di saat yg samaa..
Rindu dan benci di saat yg sama
Terasa begitu kuat dan lemah di saat yg sama..
Apa ini..?
Konsentrasiku kembali..
Pukul 19:30 setelah mencari trek karna sudah larut dan memang saat itu trek tidak terlihat dikarnakan terhalang ranting2..
Kami berdua memutuskan untuk lanjut..
Pukul 20:30 kami tiba di enta nama pos itu pos apa karna kondisi begitu gelap sejenak aku dan sendi mengatur nafas panjang sambil merebahkan tubuhku tanpa melepaskan carier.. Sambil menikmati kesunyian itu.. Kami terlelap beberapa menit.. Dan terbangun kembali oleh teriakan2.. Yang ternyata adalah teriakan2 dari kawan kami yang 14orang.. Sendi membalas teriakan2 mereka.. Ta lama kawan2pun datang satu persatu.. Sangat terlihat jelas wajah2 itu.. Wajah2 kelaparaann kehhausan dan kelelahan itu.. Tak berapa lama tim kami sudah berkumpul semua.. 16orang
Gimana ni Amir ( sebuah sebutan untuk pemimpin dalam bahasa Arab) suara Liga memecah kesunyian. Kita lanjut ke pos pengasinan/camp di sini.
Melihat kondisi kawan2 semua.. Sepertinya bijak jika mendirikan kemah di tempat ini.. Setujuu..? Zaki sang Amir bersuara
SETUJUU..!! Semua berteriak..
Kamipun mengerjakan tugasnya masing sebelum keberangkatan kami melakukan breving untuk membagi2 tugas..
Sebagian meyiapkan santap malam.. Sebaigan subuk mendirikan tenda.. seorang kawan sibuk menabur2kan garam kasar di sekeliling kemah.. Seorang kawan sibuk dengan dunianya sendiri (bengong)
Pukul 21:40 tenda dan makananpun siap.. Penyajiannya sangat spesial hanya trashbag yg di bersihkan dengan tisue..
Peperanganpun di mulai.. Menu malam itu nasi,mie instan rasa dayak(sebutaan untuk mie instan berbagai macam rasa di gabung jadi satu) dan orek tempe.. Nikamt sekali kami menyantap makan itu.. Satu persatu kawan kami tumbang dalam peperangan.. Sampai tersia 1 orang dan dialah yg menghabiskan seluruh makanan itu.. Seluruhnya tanpa tersisa 1 remehpun.. Rosul menjelaskan kita ga boleh menyia2kn makanan.. Dia bergumam seperti itu sambil trus mengunyah..
Pukul 22:00 kami semua menuju tenda yg hangat.. Semua.. Kecuali aku.. Aku masi termenung menikmati dingin gelAp dan sunyi hutan ini.. Menerawang jauh kedalam hati.. Apa ini perasaan itu muncul kembali.. Ah.. Stopp.. Aku menghentikan pemikiranku sendiri dan masuk tenda..










