
Mendaki gunung.. Bagiku mendaki gunung memberikan sensasi tersendiri yang sulit di jelaskan secarta lisan ataupun tulisan.. salah seorang pendaki profesional pun pernah berkata "untuk mengerti isi hati kami.. Anda harus menjadi bagian dari kami" magsudnya kurang lebih seperti ini.. Bayak orang awam yang beranggapan bahwa mendaki gunung adalah perbuatan yang bodoh dan sia-sia.. Banyak ucapan2 yang terkesan merendahkan semisal " buat apa mendaki gunung sudah tau tinggi masi di daki juga, buat apa mendaki gunung sudah barsusah payah kelelahan,kehausan,kelaparan mengorbankan waktu,tenanga,dan uang. toh nanti kembali turun juga,dan ucapan yang paling menarik adalah jika ingin berada di ketinggian. Naik pesawat saja.. Kita akan berada di ketinggian yang cukup untuk sekedar menikmati pemandangan dan ketinggian saat kita berada di pesawat jauh lebih tinggi di bandingan gunung tertinggi di dunia yang hanya setinggi 8850 mdpl (meter di atas permukaan laut) " jika di pikir secara logika memang ada benarnya juga ucapan2 itu.. Tapi bukan itu alasan kami.. Bukan itu tujuan kami yang sebenarnya.. Bukan itu intinya.. Pemandangan di ketinggian hanyalah bonus.. Atas apa yang sudah kita kerjakan selama perjalanan pendakian segala rasa muali dari pegal,lelah ,bahkan berdarah,kehausan,kelaparan,bahkan
kehabisan makanan.. Lalu pertanyaannya di mana letak
tujan itu..? Apa tujuan sebenarnya..? Jawabannya ada pada hati pribadi kita masing2.. Tertanam dalam benak kita masing2.. Dan masing2 kita mempunyai niat tersendiri.. Tujuan tersendiri.. Atas apa yang akan kita lakukan ini..!!















