mendaki

mendaki
tes

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 01 Oktober 2013

Pendakian pertama part.1

25- mei-2010
bulan yang cukup bersahabat untuk mendaki Gunung..
Aku bergabung dengan beberapa pendaki dari kampus2 di jabodetabek yang berkumpul dalam 1 organisasi yang bernama MPI (Mahasiswa Pecinta Islam) meski sejatinya saat itu aku belum menjadi mahasiswa dan baru mendaftar ke salahsatu akademi, tetapi mereka walcome.. Mereka menerima dengan baik jika memang ada seseorang yang ingin bergabung dengan mereka. MPI di lihat dari namanya seperti berbau agama.. Benar saja. perkumpulan ini bukanlah MAPALA melainkan suatu wadah untuk berkumpul berdiskusi dan membahas.. Apa itu islam.. Dan melaksanakan kegiatan2 yang bernuansa keagamaan mulai dari MENGKAJI al-Qur'an, menanggapi isu2 seputar dunia islam yang sedang terjadi saat itu, membahas fikih,sunah,dll. Mereka memiliki satu moto yaitu "di dalam raga yang kuat terdapat jiwa yang sehat" maka dari itu di antara beberapa kegiatan yang bernuansa agama, terselip kegiatan bernuansa olahraga semisal futsal setiap minggu dan mendaki gunung setiap 2 bulan sekali.
Setelah beberapa hari sebelum keberangkatan aku di landa pertanyaan yang timbul dari kepalaku.. Pertanyaan2 yang
Membuatku ragu.. Apa bisa aku mendaki gunung..? Bagaimana kalau nanti aku kehabisan makannan dan kelaparan.. Bagimana kalau aku terpisah dari rombongan dan tersesat.. Bagaimana kalu nanti aku bertemu hewan buas..
Bagimana kalu ini.. Bagaimana kalu itu.. Pertanyaan2 yang sejatinya hanya kecemasa berlebihan ku saja.. Selama kita tetap semanagt dan percaya diri.. Pasti Kita mampu melewati itu..
Perjalananku menuju Gunung Cermey daerah Cirebon di lakukan malam sepulang bekerja pukul 17.00.Sesampainya di kosan aku di sambut oleh kawanku.
Gimana ni..? Jadi ga kita naek gunung.. Kawanku bertanya singkat dengan nada datar. ragu atas keputusanku ingin mendaki gunung.
Jadi dong sahutku sambil meletakkan jaket di gantungan lalu ambruk ke tempat tidur..
Yaudah sekarang lo ke warung beli makanan sebanyak-banyaknya dan air mineral ukuran 1500ml 3 buah.. Udah cepetan nanti kita di tinggal..!! Kawanku menyuruhku agar lekas bersiap. Karna kita akan berangkat jam7
Iyaaa.. Bentarr.. Gua cape ni baru balik banget..
Jeee.. Nanti di tinggal ama yang laen.. Udah buruann... Nanti aja istirahatnya di bus..
Iyaa iyaaa... Dengan luglai aku melangkah ke warung terdekat..
setelah membeli mie instan beberapa makanan dan air mineral lekas aku kembali ke kosan.
Sudah beli bekalnya.
Sudah bos..
Sekarang masukin ke carrier, packing yang rapi.
Tunggu sebentar. Apa itu carrier..? Aku heran dengan perkataan kawanku.
Astagaa.. Lo ga punya carrier.? Kawanku bertanya kebingungan. bagimana mungkin akan mendaki gunung sedangkan carrier aja lo ga punya.kawanku menggerutu protes.
Jangankan punya.. apa itu carrier aja gua ga tau.. Masyaalooh.. Carrier itu tas untuk naik gunung.. kalo lo ga ada carrier itu belanjaan kamu barusan mau d taru di mana..? Lo mau tenteng2 plastik ke gunung..? Zaki menggerutu.
Tunggu sebentar.. Gua punya teman. Dia pendaki juga biar gua hubungi.. Dengan cepat zaki mengambil handphone di saku celananya dan mencari nomer handphone seseorang tak lama dia menekannya.
Haloo..!! Plee lo ada jadwal naek ga..? carrier lo di pake ga..?
Lalu seseorang di sebrang sana menyahut..
Yo ki.. Engga ki gua ga kemana-mana.. Lo mau daki kemana..?
Cermey ple.. Jadi gini plee.. Kawan ingin mendaki gunung.. Tapi carrier pun dia ga punya..
Zaki tertawa terbahak2 mengatakan itu.. Begitu juga teman yang di telfonnya..
Memang kapan mau meluncur..?
Sekarang plee..!!
Masa si ki.. Yaudah.. Pake carrier gua aja.. Tapi sori ni.. Gua masi di luar.. Lo langsung ke rumah aja.. Bilang sama orang rumah mau ambil cerrier. Nanti biar gua kabarin orang rumah biar di siapin..
Okee plee.. Makasi plee
Sippp..
Kawanku menutup telponnya dan bergegas menuju rumah kuple

Pukul 18.15 Setelah mengambil carrier dari rumah kuple. Dan memasukan bebrapa perlengkapan ke dalam carrier, bergegas aku dan zaki memacu sepeda motorku menuju bascamp MPI yang berada di kawasan kramatjati jakartatimur. Perjalanan cukup lama karna jam pulang pulang kerja.. Macet tak dapat di hindarkan padahal harus sudah sampai ke bascamp pukul 20.00
Pukul 19.30 aku masih terjebak macet di kawasan PGC..
Kawan2 yang yang sudah terlebih dahulu sampai di bascamp sempat beberapa kali menghubungiku lewat sms..
Mereka sangatlah disiplin.. Jikalau ada yang terlambat datang dari jadwal. Maka resikonya akan di tinggal..
setelah di jalan aku dan zaki sempat bersitegang prihal kesalahanku yang tidak mempersiapkan segala sesuatunya jauh-jauh hari. Akhirnya sampai juga di bascamp pada pukul 20.00.
Setelah beristirahat. Dan mempersiapkan segala sesuatunya. kami langsung meluncur ke terminal kampung rambutan menggunakan angkot, sesampainya di terminal kami masih belum bisa berangkat menuju cirebon, di karenakan ada beberapa kawan yg belum datang. Setelah menunggu sekitar 15menit. Akhirnya kawan dari universitas indonesia datang juga.. Dan jumlah kami menjadi 16 orang. Pukul 23.00 Berangkatlah kami menuju kaki Gunung Cermay. Selama perjalanan jakarta-cirebon tak banyak yg bisa kami lakukan.. Beberapa kawan sibuk dengan dunianya masing2. Ada yg mendengarkan musik dengan ,ada yg mengobrol, ada yg tertidur, dan ada juga gelisah.
Pukul 05.00 kami memasuki kota cirebon. Itu artinya tak lama lagi akan sampai di tujuan,
Saat mentari mulai menyingsingkan sinarnya dari timur. Samar2 kulihat gunung itu.. Menakjubkan..!! Pemandangan di balik jendela bus kala itu bagai TV plasma yg menyajikan pemandangan alam yg memukau. Saat sinar jingga perlahan menerang, terlihatlah Gunung Cermay.. Menjulang tinggi sendiri.. Tak ada kawan di sampingnya..ia terlihat begitu perkasa,kuat,hebat,memukau.
Pak sopir berbaik hati mengantarkan kami menuju bascamp linggarjati.. Jika mengikuti rute, seharusnya kami di turunkan di pertigaan majalengka.. Dan utuk menuju basecamp membutuhan waktu. 1/2jam.

26-MAY-2010
05.40 tibalah kami di basecamp Linggarjati. Setelah sarapan nasi uduk di salah satu warung dengan harga yg sangat terjangkau yaitu 3.000 untuk 1 porsi dan geratis minum teh.hangat yg sangat membantu untuk menstabilkan suhu tubuh kami saat itu, Kami menyampatkan diri untuk solat subuh, setelahnya beberapa kawan mengurus administrasi dan pendaftaran. Langsung kami meluncur, perjalanan dari pendaftaran-pos cibunar. Separuh jalan masi aspal dan seterusnya kami melewati ladang dan kebun penduduk sekitar. Beberapa kawan terlihat sudah ngos2an.. 45menit akhirnya kami tiba di pos cibunar. Di pos ini masih ada penduduk yg menjual berbagai macam perlengkapan makanan dan minuman. seleh break, kami melanjutkan perjalanan.. Dan tibalah lami di pintu rimba. Hutan belantara Gunung Cermey yg konon masi ada beberapa macan kumbang berkeliaran.
Setelah berjalan melewati perkebunan sayur milik penduduk setempat. Tak berapa lama kami memasuki kawasan hutan lebat.. Setelah -+ 90 menit kami Berjlan melwatinya tibalah kami di pos leweung datar. Dan break sejenak. Semua pendaki nampak kelelahan.. Maklum beberapa dari kami perdana mendaki gunung.. Jadi baru tiba di pos pertama saja nafas langsung terasa berat..

Tak ayal membuat beberapa kawan mulai membuka sebagian logistic..
Kami pun bercengkrama dalam lebatnya hutan rimba. Tak ada batasan antara 1 individu dengan individu lainnya.. Semuanya sama.. Sama2 mencari arti.. Arti kehidupan..
30 menit kami rest.. Pendakianpun di lanjutkan
Pukul 11.30 kami tiba di pos sigedang dan rest tanpa nyemil
Pukul 12.00 kami tiba di pos kondang amis.. Rest untuk solat
12.30 kami melanjutkan perjalanan.. Dari sini kaki kami benar2 di uji.. Trek menjadi serasa begitu curam..
14.30 kami tiba di pos kuburan kuda tempat ini sangat nyaman untuk mendirikan kemah karna cukup luas..
Perjalanan kami lanjutkan.. Di tengah perjalanan salah satu kawan ada yang tersengat lebah..
Saya yg pada saat itu berada di posisi kedua terdepan berinisiatif untuk melanjutkan perjalanan karna target kami adalah mendirikan kemah di pengasinan.. Melihat kondisi di bawah cukup banyak bantuan dari kawanku yg lain. aku dan satu kawanku yaitu Sendi melanjutkan perjalanan untuk mematok lapak untuk mendirikan kemah..
Pukul 15.45 belum ada tanda2 pos..
Tak banyak yg bisa aku lakukan.. Hanya melangkah.. Berdo'a semoga tak terjadi apa2 kedepannya..
Hari mulai gelap jam menunjukan pukul 17.30 kami terus menapaki hutan rimba..
Sendi lo bawa senter..?
Bawa.. Lo..?
Kaga..
Emmmm.. Baguss..
Hehee..
Sendi mengaambil senter..
Dan pandangan kami bertiga sedikit terbantu..
Dari kejauhan aku melihat ada kilauan sinar dari arah atas..
Itu pendaki lain..
Untunglah kita ga sendiri
Sempat Terbersit lega rasa hati. Mengingat sudah 2 jam terakhir kami hanya berjalan menyusuri lebatnya hutan hanya berdua..
Sesampainya di cahaya itu. Terlihat 3 orang pendaki 2 diantaranya terlihat masi muda dan seperti mahasiswa dan 1 lagi pria berumur sekitar 40an
Asalammualaikum..
Waalaikumsalam...
Wiiih.. Abang ini lagi..
Iya.. Ternyata tiga orang itu adalah orang yang kami jumpai sewaktu di kaki gunung tadi pagi.. Kami sempat menanyakan masjid kepada mereka..
Dari mana mas.. Salahseorang pemuda itu bertanya..
Dari wonogiri sendi menjawab dengan tegas dengan logat jawatimurnya yg khas..
Hahahaa.. Ketiga pendaki itu tertawa terpingkal pingkal..
Mgsud saya dari mapala mana..? Bukan tempat kelahiran si mas..
Akupun tertawa mendengarnya.. Dari situ pembicaraan kamipun cair.. Serasa sudah berkawan lama saja dengan mereka bertiga..
Perutku mulai kontraksi..
Sen ada makanan ga..?
Ada sarden ni..Tapi kompor sama anak2 bawah..
Hajar lah.. Daripada laper..
Kamu2 yg sudah pernah naik gunung pasti mengerti..
Betapa kita ga akan mempedulikan apakah enak / tida.. Karna di gunung cuma ada dua kata untuk setiap makanan Enak dan Enak sekali..
Kami menyantap langsung ikan sarden kalengan itu tanpa di masak.. Berbagi dengan tiga kawan baru kami..
Entah itu pikiran kami saja / bagaimana.. Suasana di tempat itu begitu mencekam.. Gelap.. Lembab dan sunyi.. Tak ada tanda2 kehidupan..
Fikiranku menelaah kedalam..
Jaauhh lebih dalam..
Ada sesuatu..
Perasaan yg sulit di jelaskann..
Hanya bisa di rasakan..
Rasanya seperti..
Terasa takut dan berani di saat yg samaa..
Rindu dan benci di saat yg sama
Terasa begitu kuat dan lemah di saat yg sama..
Apa ini..?
Konsentrasiku kembali..
Pukul 19:30 setelah mencari trek karna sudah larut dan memang saat itu trek tidak terlihat dikarnakan terhalang ranting2..
Kami berdua memutuskan untuk lanjut..
Pukul 20:30 kami tiba di enta nama pos itu pos apa karna kondisi begitu gelap sejenak aku dan sendi mengatur nafas panjang sambil merebahkan tubuhku tanpa melepaskan carier.. Sambil menikmati kesunyian itu.. Kami terlelap beberapa menit.. Dan terbangun kembali oleh teriakan2.. Yang ternyata adalah teriakan2 dari kawan kami yang 14orang.. Sendi membalas teriakan2 mereka.. Ta lama kawan2pun datang satu persatu.. Sangat terlihat jelas wajah2 itu.. Wajah2 kelaparaann kehhausan dan kelelahan itu.. Tak berapa lama tim kami sudah berkumpul semua.. 16orang
Gimana ni Amir ( sebuah sebutan untuk pemimpin dalam bahasa Arab) suara Liga memecah kesunyian. Kita lanjut ke pos pengasinan/camp di sini.
Melihat kondisi kawan2 semua.. Sepertinya bijak jika mendirikan kemah di tempat ini.. Setujuu..? Zaki sang Amir bersuara
SETUJUU..!! Semua berteriak..
Kamipun mengerjakan tugasnya masing sebelum keberangkatan kami melakukan breving untuk membagi2 tugas..
Sebagian meyiapkan santap malam.. Sebaigan subuk mendirikan tenda.. seorang kawan sibuk menabur2kan garam kasar di sekeliling kemah.. Seorang kawan sibuk dengan dunianya sendiri (bengong)
Pukul 21:40 tenda dan makananpun siap.. Penyajiannya sangat spesial hanya trashbag yg di bersihkan dengan tisue..
Peperanganpun di mulai.. Menu malam itu nasi,mie instan rasa dayak(sebutaan untuk mie instan berbagai macam rasa di gabung jadi satu) dan orek tempe.. Nikamt sekali kami menyantap makan itu.. Satu persatu kawan kami tumbang dalam peperangan.. Sampai tersia 1 orang dan dialah yg menghabiskan seluruh makanan itu.. Seluruhnya tanpa tersisa 1 remehpun.. Rosul menjelaskan kita ga boleh menyia2kn makanan.. Dia bergumam seperti itu sambil trus mengunyah..
Pukul 22:00 kami semua menuju tenda yg hangat.. Semua.. Kecuali aku.. Aku masi termenung menikmati dingin gelAp dan sunyi hutan ini.. Menerawang jauh kedalam hati.. Apa ini perasaan itu muncul kembali.. Ah.. Stopp.. Aku menghentikan pemikiranku sendiri dan masuk tenda..

Senin, 16 September 2013

Pecinta alam / Penikmat alam..?


Sebelum keberangkatan biasanya calon pendaki akan di absen (kaya anak TK gitu deh).. Di beri petunjuk tentang apa yg boleh dan yg tidak boleh di lakukan selama nanti pendakian.. setelah semua pendaki berada pada kelompok dan masing masing kelompok tlah di tetapkan leader (biasanya lidernya para senior di mapala tersebut) setelah pemanasan(semacam gerakan senam waktu jaman SD) pendakian pun di mulai.. Kelompok 1 yg memulai pendakian adalah tim advance (biasanya kelompok ini adalah kelompok yg paling cepat sampai puncak jika mendaki,entah apa yg ada dalam fikiran mereka,kalo gua bilang si rugi.. Jalan buru2 tanpa menikmati perjalanan..memperhatikan situasi di sekitar.. Pokonya semua serba buru2. mana enak broo.)
Berbeda dengan para pecinta alam, kami para penikmat alam lebihh free lebih bisa becengkrama dan bercinta dengan alam sekitar. ga musti nunggu jadwal pendakian Kalo ada waktu ada uang kapanpun kami bisa mendaki.. Ga musti rame2 sampe ratusan orang untuk mendaki emangnya mau tawuran :D.. Karna 3 orang pun jadi bahkan seniri pun jadi.. Tanpa absensi Karna solideritas dan rasa kekeluargaan kami sangat kuat.. Tanpa aturan karna percuma membuat aturan kalo d langgar aturan kami dalm pendakian adalah.. Menjadikan gunung sebagai kekasih kami.. Tanpa pemimpin karna di setiap diri para pendaki terdapat jiwa pemimpin..

Kamis, 18 April 2013

Alasan


Mendaki gunung.. Bagiku mendaki gunung memberikan sensasi tersendiri yang sulit di jelaskan secarta lisan ataupun tulisan.. salah seorang pendaki profesional pun pernah berkata "untuk mengerti isi hati kami.. Anda harus menjadi bagian dari kami" magsudnya kurang lebih seperti ini.. Bayak orang awam yang beranggapan bahwa mendaki gunung adalah perbuatan yang bodoh dan sia-sia.. Banyak ucapan2 yang terkesan merendahkan semisal " buat apa mendaki gunung sudah tau tinggi masi di daki juga, buat apa mendaki gunung sudah barsusah payah kelelahan,kehausan,kelaparan mengorbankan waktu,tenanga,dan uang. toh nanti kembali turun juga,dan ucapan yang paling menarik adalah jika ingin berada di ketinggian. Naik pesawat saja.. Kita akan berada di ketinggian yang cukup untuk sekedar menikmati pemandangan dan ketinggian saat kita berada di pesawat jauh lebih tinggi di bandingan gunung tertinggi di dunia yang hanya setinggi 8850 mdpl (meter di atas permukaan laut) " jika di pikir secara logika memang ada benarnya juga ucapan2 itu.. Tapi bukan itu alasan kami.. Bukan itu tujuan kami yang sebenarnya.. Bukan itu intinya.. Pemandangan di ketinggian hanyalah bonus.. Atas apa yang sudah kita kerjakan selama perjalanan pendakian segala rasa muali dari pegal,lelah ,bahkan berdarah,kehausan,kelaparan,bahkan
kehabisan makanan.. Lalu pertanyaannya di mana letak
tujan itu..? Apa tujuan sebenarnya..? Jawabannya ada pada hati pribadi kita masing2.. Tertanam dalam benak kita masing2.. Dan masing2 kita mempunyai niat tersendiri.. Tujuan tersendiri.. Atas apa yang akan kita lakukan ini..!!

Sabtu, 13 April 2013

Memahami alam


Memahami alam.. Pada dasarnya manusia tercipta dari salah satu unsur yang ada di alam ini, yaitu tanah.. Alangkah sombongnya kita menjejakan kaki dengan angkuhnya di tanah ini.. Dan tanpa merasa berdosa merusak tatanan siklus kehidupan indah yang tuhan ciptakan ini.. Wahai kalian sesuangguhnya akan akan menangis jika kalian tau betapa berarti alam ini bagi kita.. Betapa sangat adilnya alam mengambil peran di dalam kehidupan kita.. Semuanya.. Udara yang kau hirup setiap detiknya.. Air yang kau minum setiap harinya.. Semua yang kamu nikmati.. Semua yang kamu gunakan.. Semua kemudahan ini.. Fasilitas ini.. Semua yang kamu sia-siakan.. Semua yang kamu hancurkan.. Semua berasal dari alam yang tak pernah sedikitpun pamrih terhadapmu.. Ta pernah sedikitpun meminta imbalan darimu..Tatapi alam ini baik.. Teramat sangat baik.. Meski kita sebagai manusia yang di ciptakan tuhan paling sempurna di antara mahluk lain ciptaannya.. Yang menjadi pemimpin mahluk hidup di muka bumi ini..Tapi apa.. Dimana letak kesempurnaan itu.. Manusia dengan serakahnya memanfaatkan alam demi kepntingan pribadinya.. Demi kelangsungan anak dan cucunya.. Tanpa memperhatikan.. Tanpa menjaga kelangsungan ekosistem alam ini.. Yang ada menebang pohon untuk di ambil kayunya.. Menggali tanah sedalam-dalamnya untuk batu mulia dan mineralnya.. Lalu lihatlah.. Alam ini murka... Banjir melanda.. Lupur menyembur.. Itu hanya teguran kecil untuk kita sebangai manusia.. Alam ini baik.. Meski kita terus saja merusaknya.. Alam tetap mengeluarkan segala macam manfaatnya.. Seandanya saja kita mau bekerjasama dengannya.. Menanam kembali pohon kecil setelah menebang pohon besarnya.. Meratakan tanah kembali setelah menggalinya.. Wahai sesungguhnya alam ini akan senantiasa memberikan cintanya.. Ta akan ia menyemburkan lumpurnya.. Ta akan ia membiarkan air untuk membanjiri kalian.. Karna alam ini sejatinya di ciptakan tuhan untuk kita manfaatkan.. Untuk kita nikmati.. Sambil terus mengayomi.. Menjaga.. Merawat.. Bukan untuknya bukan juga untuk penciptanya.. Tapi untuk keturunan kita kelak.. Penerus kita kelak.. Agar indahnya alam indonesia ini.. Ta hanya jadi dongeng sebelum tidur bagi anak cucu kita kelak...

Senin, 01 April 2013

Alamku senantiasa mendampingiku





Kapanpun.. Di manapun.. Sesibukapapun aku.. Apabila rasa rindu itu datang.. apabila kerisawan hati menuntun agar aku kembali.. menyeruak hati mebisikan irama2 inda.. Segera akan kutemui engkau.. Ku sapa engkau.. menciptakan perpaduan indah antara aku.. Dan kamu wahai alamku.. dengan bersanding bersamamu.. menjejakan kaki di tanh subumu.. menghirup udara segar yang tercipta oleh dedauanmu.. meresapi dinginnya hutanmu.. melalap garis cakrawala membentang.. dan awan jingga di ketinggian dengan sinar lembutnya di hadapan.. ya.. takan mampu aku melawan rasa rindu ini.. berpaling dari indahmu.. karna Alamku selalu mendampingiku..

Pendahuluan




Jakarta 16-juni-1990 adalah hari dimana aku dilahirkan..dari sekitar sebanyak 3,5 sampai 4 juta bayi terlahir setap tahunnya.. terselip 1 bayi yang akan memberi warna pada kanfas yang telah terisi berjuta warna.. aku menetap di ibu kota sampai sekolah kelas 1 SD lalu kelas 2 SD pindah ke kampung halaman bapaku yaitu Bandung barat sampai kelas 1 SMP dan kelas 2 SMP melanjutkan sekolah di kampung halamanku Jakarta.. ibu kota ini dengan segalah kesemerawutannya.. mulai dari lalu lintas yang terkenal akan kemacettannya.. tawuran antar pelajar yang selalu pecah setiap hari sabtunya.. kebakaran yang selalu menghantui pemukim-pemukiman penduduknya dan banjir kiriman yang selalu menggenang setiap 5 tahun sekalinya.. ya ibu kota dengan segala kesemerawutannya.. mewarnai hari2 ku kedepannya..

Pertama


Siapa yang dengan sengaja menunjukan aku ke jalan ini.. Jalan yang penuh tantangan ini.. Penuh dengan kisah pilu.. Kisah mengharukan.. Kisah menegangkan.. Kisah ini.. Cerita ini.. Dimulai ketika aku membuka mata untuk pertama kalinya.. Ketika tuhan dengan segala kebaikan nya memberikan aku sepasang mata ini.. Sepasang mata yg luar biasa ini.. Dan kelak dengan mata mungil ini.. aku akan melihat berjuta keindahan yang tuhan ciptakan.. Untuk mengingatkan betapa besar karunianya.. Betapa besar kasihnya.. Betapa maha kuasanya menciptakan langit dan bumi beserta isinya.. Tanpa ada yang sia-sia sekecil apapun itu..

Bercinta dengan alam



Cerita kita tak semanis dongeng
Atau bagai drama sinetron cengeng
Kau bukan artis, ku bukan pujangga
Namun kisah ini sangat berharga

Menikmati hujan sambil berdendang
Berpegang tangan saat senja datang
Senyumanmu membuat nyali ciut
Jangan bersedih, kau jelek jika cemberut

Aku tidak perlu punya segalanya
Selama kau ada di sini
Hidup kan baik-baik saja
Dengan ataupun tanpamu..